Senin, 04 Oktober 2010

KALEDOSKOP YANMAS MANDIRI


Sejarah Singkat berdirinya Yanmas

Berawal dari ide Kapuskodal Ops Polres Batang yang dijabat oleh Kapten Pol Budi Meidianto, SiK. pada waktu itu hari Sabtu tanggal 11 Nopember 2000 memanggil Kanit Telematika Sdr Ridwan dan Bintara Ops Sdr Mukhni di ruang Kapuskodal Ops, beliau menyampaikan gagasan yaitu perlunya mewadahi informasi secara langsung dari masyarakat melalui alat komunikasi 2 m band, waktu itu saling berargumentasi mencari alternatif; salah satu alternatif adalah penyediaan RPU mengingat desa-desa di Kab Batang pada geografi perbukitan bila tidak menggunakan RPU tidak bisa komunikasi secara langsung apalagi  perangkat yang dipakai jenis HT dan dijinjing, sedangkan di desa-desa Kecamatan Gringsing pun menggunakan base station mengalami kesulitan.

Karena RPU membutuhkan perangkat radio sejumlah 2 buah, anteni 2 buat. coexial 60 m. power suply 5 A, dan mencari lokasi ketinggian, dengan rasa semangat walau tiada dana pendukung berupaya mendapatkan semua sarana yang dibutuhkan al ; pesawat  IC 2 N milik pribadi, power suply bekas, coexial bahasa jawa gresek-gresek cari bekas, dan dirakit dengan COR yang sangat sederhana, antena Ring O bekas, setelah itu diuji coba di gunung Priksa yang lokasinya di wilayah Batang bagian timur ikut Kec Limpung tepatnya ditepi laut dari Ds Kalibalik ke utara kurang lebih 4-5 km pada posisi ketinggian 850 m dari permukaan air laut, mengingat Kapuskodal Ops menghendaki 25 Desember 2000 bisa terpasang dengan segala kesederhanaan perangkat apa adanya tanggal 24 Desember 2000 sdr Ridwan dan Sdr Mukhni memasangnya, pada jam 1700 wib. bisa memancar  untuk komunikasi sudah bisa dengan kondisi tidak sempurna, sambil menunggu mencari frequensi yang tidak banyak sepletan hingga pukul 20.30 wib RPU dialokasikan pada freq exferment, kemudian ditinggal pulang, pada malam hari kira-kira pukul 2300 wib digunakan komunikasi antara Ridwan, Mukhni dan Kapuskodal Ops, saat itu ada orang lain masuk yaitu nama panggilannya Pasgor (Pak Rinto Batang) Damar (Wahyudin Bawang) Abdulah bin Ahmad Ngadehan (Bowo Edi Hartoyo  Jepara) dan Samsudin Batang.

RPU belum nyaman dipergunakan, hari-hari berikutnya selalu diperbaiki sambil ngaji membuat COR ke Bp H Salamun Mustofa dari Kangkungan Kendal (Rino nama samaran) JZ11FSY guna menyempurnakananya, cukup lama secara berlanjut waktu berjalan, pada sauatu hari sdr Mukhni mengikuti pertemuan di rumah Ketua ORARI lokal Batang Ir Yan Hadiyanto YC2LOG dalam canda dengan beliau, beliau mengerti bahwa Polres Batang sedang membuat sarana komuniksi guna menampung informasi dari masyarakat melalui 2 m band,  RPU disarankan pada freq disesuaikan dengan sandi angka yang baik, beliau tidak menyebutkan angkanya namun sdr Mukhni berfikir dan menyebut 813, beliau bertanya artinya apa, dijawab oleh Mukhni selamat bertugas,  beliau setuju, jawab bagus itu saja dan duplexnya 100. beliau membantu 1 pesawat untuk in put yaitu merk kenwood 201. 

Lain hari sdr Mukhni dan Ridwan bersepakan untuk merubah pada freq 813 duplex 100 ternyata bagus, dapat dipakai saling komunikasi walaupun masih uji coba sifatnya.
Sdr Ridwan sambil merawat RPU milik Rapi pada freq 333 yang sama-sama di Gunung Priksa dan kebetulan Ketua Rapi wil 35 Batang Ir Murdiono JZ11DKP juga Kepala DKP Kab Batang kenal baik dengan Mukhni dan Ridwan  beliau juga membantu 1 pesawat kenwood tm 9000 dipakai untuk out put, dengan peningkatan  perangkat juga peningkatan komunikasi sehingga semakin banyak pula penghuninya, setelah bulan puasa sdr Mukhni dan Rinto selesai menghadiri silaturahmi dengan kepala desa Cepagan Kec Warungasm (Bapak Kodim) menemui Bapak Suraji YC2SCQ diarena ini berbincang-bincang masalah nama panggilan, saat itu banyak alternatif yang disuguhkan, namun telah dipilihlah YANMAS yang kepanjanganyan PELAYANAN MASYARAKAT,  dari situlah memulai pemberian nama panggil diambil dari orang yang terdaftar sebagai peserta ujian amatir radio dari Batang sejumlah 26 orang seperti tertuang nama panggil yanmas 01 sd 26. beberapa hari kemudian dipercayakan kapada sdr Rinto yanmas 02 untuk mencatat siapasaja yang berminat bergabung ( sifatnya data sementara diambil saat komunikasi) perjalanan cukup lama untuk menuju deklarasi, pengukuhan Yang selanjutnya saling bersepakat membentuk Panitia diketuai oleh H Abdul Kohar Yanmas 25, dinamakan Panitia FJD Forum Jumpa Darat. Pada waktu itu jumlah anggota data awal 400 orang yang sudah melengkapi surat-surat administrasinya maka dengan komposisi jumlah anggota 400 orang itulah dilaksanakan pengukuhan dalam acara itu dikeluarkan Skep Kapolres Batang nopol Skep/02/V/2002 tgl 12 Mei 2002 yang ditanda tangani AKBP Drs Edy Sunarijanto Setjo, sebagai pengesahan dan pengukuhkan keberadaan Yanmas dipimpin oleh Kartubi Hasan, S.Sos.
Bertolak dari FJD selanjutnya Yanmas berkembang dan diikuti pengukuhan wilayah lain sebagai pengembangan sayap organisasi. 

Waktu berjalan diimbangi pembenahan RPU agar lebih baik untuk sarana komunikasi, dari pergantian pesawat, antena, coexial, power suply dan lain-lain walau dana siap pakai minim sekali namun agaknya bukan suatu hambatan karena didorong semangat yang selalu membara. 
Pada saatnya Yanmas mengembangkan sayap organisasi tentu ada kendala-kendala maka dengan segala kemampuan yang dimiliki sebagai aset, kekayaan untuk bisa mengatasi semua itu walaupun tidak selesai tuntas, masih ada asap, abu yang membuat tidak nyaman.
Dengan organisasi yang masih tertatih-tatih dan diikuti adanya goncangan dari pihak yang tidak simpati terhadap Yanmas, namun tetap maju terus.

Telah mengrimkan surat pemberitahuan penggunaan frequensi ke Perhubungan Prop Jateng dan tembusan ke Instasi terkait masalah penggunaan Frequensi, yang ditanda tangani oleh Wakapolres Kompol Drs Ery Safari, an Kapolres Batang dengan nomor  B/439/X/2002 tanggal 31 Oktober 2002 dan telah mendapatkan jawaban serta petunjuk yang kemudian ditindak lanjuti komunikasi melalui telp ke Perhubungan Prop Jateng maupun Dirjen Perhungan di Jakarta terkait penyelenggaraan komunikasi Yanmas, juga telah diperbaharui dengan surat Kapolres Batang nopol B/1724/XII/2005/Ops tanggal 19 Desember 2005 yang ditanda tangani oleh AKBP Muhari, SH. hal ini dari hasil koordinasi dengan Perhubungan Prop Jateng yang ditemui oleh Bpk Siregar dan Pak Eko.

Pemindahan RPU dari gunung Priksa ke Pegunungan Reban yaitu numpang ke tower milik BRI yang lokasinya disebelah utara pasar Reban.
Pada saat pemasangan di tower BRI lokasinya dalam keadaan sulit dan angker (sesuai keterangan penduduk setempat ) sampai-sampai saat sdr Ridwan dan sdr Mukhni naik diujung tower masyarakat lingkungan kagum, karena sangat beraninya tempat angker itu di naiki, ada tokoh masyarakat yang belas kasihan ia memberitahu agar hati-hati ia cerita segala kejadian yang aneh antara lain ada gendurwonya yang nakal ada yang tidak nakal singkat ceritanya ternyata benar frequensi itu sok berubah sendiri, ada kalimat yang bukan manusia, lampu penerangan selalu padam, disekitar itu ada bangunan gedung tua yang rapuh tapi tidak roboh  dan lain-lain yang aneh termasuk pesawat RPU ikutan aneh.

Pada suatu hari ada paranormal yang berusaha untuk memindahkan gendurwo itu disaksikan warga lingkungan, setelah acara ritual pemindahan selesai hari berikutnya diadakan pengajian dan selamatan yang dipimpin kiyai setempat, selanjutnya mulailah ramai lokasi itu dan menjadi hidup, dengan peningkatan ramai tahun demi tahun ada program pelebaran area pasar dan tower ikut tergusur dibongkar maka RPU berkelana pidah ke pegunungan Pagilaran; para pemeran pelaku adalah Yanmas 32, yanmas 333, yanmas 47, yanmas 407, Yanmas 02, yanmas 58 yanmas 93 dengan istri, yanmas 03 dan anggota yanmas yang berdomisili  di Reban Blado Bandar Bawang serta Limpung.

Di Pagilaran harus mendirikan tower baru, tinggi 40 m dari besi 1,4 dan 1,2 dilengkapi pancang spaner, pipa antena, tangkai antena, almari box untuk perangkat pesawat dan peralatan lain, listrik dengan keseluruhan biaya kurang lebih 28 jutaan yang dalam hal ini atas prakarsa dan kerjasama dengan Orari Lokal Batang Polres Batang dan PT Pagilaran, pengerjaan diawali survey lokasi, koordinasi dan ijin tempat, selanjutnya pendirian tower  sampai pemasangan antena dan perangkat lengkap memerlukan waktu kurang lebih satu bulan dan dikerjakan oleh teman-teman ORARI dipimpim Pak Yan (Ketua Orari), anggota Yanmas dipimpin Yanmas 32, tekhnisi Yanmas 333, Yanmas 230, dari orari YC2OLE dan YC2KKT yang juga anggota Yanmas 166 termasuk Yanmas 295, Yanmas 02 adapun tenaga yang lain dari anggota Yanmas Blado, Reban, Bandar, Bawang, Limpung.

RPU di Pagilaran mendapat posisi bagus dibandingkan letak disebelumnya, namun lokasi Pagilaran rawan petir sehingga rawan pula pada kerusakan perangkatnya seperti accu pernah meletus, antena pun pernah terbakar, pada suatu malam sempat Ym 407 diajak 32 untuk memposisikan keadaan RPU pada alokasi scuel bebas gangguan.

Dengan adanya rawan petir maka berusaha memindahkan kembali RPU ke Gunung priksa.
Pemindahan RPU ke Gunung Priksa, pada waktu  itu mendapat dukungan semangat anggota ikut berkiprah atas pemindahan itu, yang antara lain ikutserta datang ke lokasi gunung Priksa dari anggota Batang, Pekalongan Kota, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Kendal, Semarang, Jepara disamping anggota yang memiliki keahlian khusus pun ikut menunjukan kemampuanya contoh Yanmas 707 membuat exferiment antena pengarah sebanyak 4 lembar untuk in put disamping anten vertical juga tetap ada,  hari berhari selalu berjuang dengan extra keras untuk mendapatkan hasil yang optimal, namun keterbatasan  kemampuan yang ada sehingga upaya belum berhasil. 

RPU sementara menggunakan perangkat sesuai yang ada dan dapat digunakan untuk komunikasi  sambil menyusun rencana peningkatannya, baik peningkatan pesawat, perlengkapan lain termasuk letak/ posisinya.
Setelah cukup waktu untuk mempersiapkan peningkatan RPU maka dari Yanmas 32 memiliki hasrat yang kuat mengajak Yanmas 333 menguji coba penempatan RPU di gunung prau Dieng, pada saat itu terjadi beberapa pendapat, namun pendapat uji coba lebih kuat sehingga Yanmas 333 dengan Yanmas 32 bersepakat apapun hasilnya, RPU dari gunung Priksa di pindahkan ke Gunung Prau Dieng.
Pada hari Sabtu dan Minggu tanggal dan bulan  Yanmas 333, Yanmas 230, Yanmas 32 berangkat ke Gunung Prau, pada waktu itu Yanmas 86 bersama teman-teman Dieng membantunya dengan semangat sehingga berhasil di pasang dan dapat dipergunakan komunikasi menjangkau wilayah Jawa Tengah.
Setelah RPU ditempatkan di gunung Prau dan hasilnya memuaskan, sejak itulah para pengguna frequensi yang hoby berkumikasi bergabung.

Perjalanan perawatan RPU tetap dilakukan secara temporer, lebih khusus perawatan/ pembenahan dilakukan  apabila RPU mengalami kerusakan.

Inilah sejarah singkat berdirinya Yanmas dengan memiliki kebanggaan dalam menyatukan anggota melalui RPU di Gunung Prau Dieng Wonosobo.                                     Sekian terimakasih      

oke sayang

7 komentar:

  1. Lha kie MbahE nembe oleh inspirasi Mas...

    BalasHapus
  2. http://yanmasmandiri.blogspot.com/
    ki yo yanmas, judule meh podho, yanmas pusat yo ono nek pesbuk ....

    BalasHapus
  3. Yanmas mengucapkan pancawarsa ke 2 untuk kita semua, tepatnya tanggal 11 Nopember 2010, oke

    BalasHapus
  4. sekarang koq ndak aktif lagi? malah yg di 148.310 yg aktif.
    Yanmas 742...Semarang

    BalasHapus